Benih Jagung Manis Top Green BISI SL 307

Rp85.000

Link Beli Via Marketplace

Informasi Tambahan

Berat 400 gram

Deskripsi

Benih Jagung Manis F1 TOP GREEN SL 307 BISI Cap Kapal Terbang – Isi 1.800 Biji

Benih Jagung Manis Unggul dengan Rasa Manis Alami dan Potensi Panen Menjanjikan

Benih Jagung Manis F1 TOP GREEN SL 307 dari BISI Cap Kapal Terbang merupakan pilihan benih jagung manis hibrida yang cocok untuk petani maupun pelaku usaha budidaya jagung manis. Varietas ini dikenal memiliki karakteristik biji berwarna kuning keemasan, rasa manis alami, serta tongkol yang besar dan relatif seragam. Jagung manis Top Green menjadi salah satu pilihan menarik untuk budidaya jagung konsumsi segar yang memiliki peluang pasar luas.

Jagung manis merupakan komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat. Hasil panennya dapat dimanfaatkan sebagai jagung rebus, jagung bakar, bahan olahan makanan, camilan, hingga kebutuhan usaha kuliner. Dengan memilih benih berkualitas dan menerapkan teknik budidaya yang tepat, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta memperoleh hasil panen yang sesuai dengan potensi varietas.

Benih Jagung Manis Top Green SL 307 BISI kemasan isi 1.800 biji cocok digunakan untuk kegiatan budidaya skala pekarangan, lahan pertanian, maupun usaha komersial. Varietas ini memiliki karakter adaptasi dataran rendah, umur panen relatif genjah, dan karakter rasa manis yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

PUROTANI menyediakan benih jagung manis Top Green untuk membantu memenuhi kebutuhan benih pertanian dengan pelayanan toko pertanian yang terpercaya.

Mengenal Jagung Manis TOP GREEN SL 307

Top Green merupakan benih jagung manis hibrida F1 yang dikembangkan untuk menghasilkan jagung konsumsi dengan kualitas tongkol dan rasa yang menarik. Varietas ini memiliki kelobot berwarna hijau, biji berwarna kuning, serta karakter rasa manis yang cocok untuk pasar jagung manis segar.

Jagung Manis Top Green memiliki karakter pertumbuhan yang sesuai untuk budidaya di dataran rendah. Dengan pengelolaan lahan, pemupukan, pengairan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman yang tepat, tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Keunggulan yang menjadi daya tarik Jagung Manis Top Green antara lain:

  • Rasa biji manis dengan kadar kemanisan sekitar 13,6° Brix.
  • Tongkol memiliki ukuran relatif besar dan seragam.
  • Warna biji kuning keemasan yang menarik.
  • Kelobot berwarna hijau.
  • Cocok untuk budidaya di dataran rendah.
  • Umur panen relatif genjah, sekitar 66 hari setelah tanam.
  • Dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi segar dan usaha jagung manis.

Karakter tersebut menjadikan benih jagung manis Top Green sebagai salah satu pilihan bagi petani yang ingin mengembangkan usaha budidaya jagung manis.

Spesifikasi Benih Jagung Manis Top Green BISI

Berikut informasi spesifikasi produk yang dapat dijadikan acuan sebelum melakukan pembelian:

Spesifikasi Keterangan
Nama produk Benih Jagung Manis F1 Top Green
Varietas Top Green SL 307
Merek BISI
Produsen PT BISI International Tbk.
Jenis benih Jagung manis hibrida F1
Kemasan 1.800 biji
Warna biji Kuning keemasan
Warna kelobot Hijau
Rasa biji Manis
Kadar kemanisan ±13,6° Brix
Adaptasi Dataran rendah
Panjang tongkol ±19,4 cm
Diameter tongkol ±5,3 cm
Umur panen ±66 HST
Kebutuhan benih ±11 kg/ha
Penggunaan Budidaya jagung manis konsumsi

Catatan: Spesifikasi di atas merupakan informasi karakteristik varietas. Kondisi pertumbuhan, ukuran tongkol, tingkat kemanisan, dan umur panen dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta teknik budidaya.

Keunggulan Benih Jagung Manis Top Green F1

1. Rasa Manis Alami yang Disukai Konsumen

Salah satu daya tarik utama jagung manis Top Green adalah karakter rasa bijinya yang manis. Berdasarkan informasi varietas, kadar kemanisan dapat mencapai sekitar 13,6° Brix.

Karakter rasa manis tersebut membuat jagung manis Top Green cocok untuk berbagai kebutuhan konsumsi, mulai dari jagung rebus, jagung bakar, jagung kukus, hingga bahan baku usaha kuliner.

Jagung manis dengan rasa yang menarik memiliki peluang untuk dipasarkan kepada konsumen rumah tangga, pedagang jagung rebus, penjual jagung bakar, pedagang sayur, dan pelaku usaha makanan.

Perlu diketahui bahwa tingkat kemanisan hasil panen dapat berbeda-beda tergantung kondisi tanaman, waktu panen, ketersediaan air, serta pengelolaan budidaya.

2. Tongkol Besar dan Relatif Seragam

Jagung Manis Top Green memiliki karakter tongkol dengan panjang sekitar 19,4 cm dan diameter sekitar 5,3 cm.

Ukuran tongkol yang menarik dan relatif seragam dapat menjadi nilai tambah ketika hasil panen dipasarkan. Konsumen umumnya menyukai jagung manis dengan penampilan yang baik, ukuran yang sesuai, dan biji yang terisi.

Untuk mendukung pembentukan tongkol yang optimal, tanaman perlu mendapatkan nutrisi yang cukup sejak fase vegetatif hingga pembentukan tongkol. Pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, dan pengairan juga menjadi faktor penting dalam budidaya jagung manis.

3. Cocok untuk Budidaya di Dataran Rendah

Benih jagung manis Top Green memiliki karakter adaptasi dataran rendah. Hal ini menjadikannya pilihan bagi petani yang mengembangkan budidaya jagung manis di wilayah dengan kondisi lahan dataran rendah.

Meskipun demikian, keberhasilan budidaya tetap dipengaruhi oleh kondisi tanah, cuaca, ketersediaan air, dan pemeliharaan tanaman.

Lahan yang memiliki drainase baik, cukup mendapatkan sinar matahari, dan tersedia sumber air yang memadai akan membantu mendukung pertumbuhan tanaman.

4. Umur Panen Relatif Genjah

Jagung Manis Top Green memiliki umur panen sekitar 66 hari setelah tanam atau HST.

Umur panen yang relatif genjah menjadi salah satu pertimbangan bagi petani dalam menyusun jadwal tanam dan perencanaan pemasaran hasil pertanian.

Dengan pengelolaan budidaya yang tepat, petani dapat merencanakan waktu panen sesuai kebutuhan pasar. Namun, umur panen dapat mengalami perubahan tergantung kondisi lingkungan dan pertumbuhan tanaman.

Untuk memperoleh kualitas jagung manis yang baik, pemanenan sebaiknya dilakukan pada tingkat kematangan yang sesuai untuk konsumsi segar.

5. Warna Biji Kuning Keemasan dan Kelobot Hijau

Penampilan jagung manis Top Green memiliki ciri khas biji berwarna kuning keemasan dengan kelobot hijau.

Kombinasi warna tersebut memberikan tampilan yang menarik pada hasil panen. Jagung manis dengan penampilan yang baik dapat menjadi nilai tambah dalam pemasaran, baik dijual dalam kondisi masih berkelobot maupun setelah dikupas sesuai kebutuhan konsumen.

Penanganan pascapanen juga perlu diperhatikan agar kualitas jagung tetap terjaga selama proses penyimpanan dan distribusi.

6. Cocok untuk Berbagai Peluang Usaha

Jagung manis merupakan komoditas yang memiliki beragam pemanfaatan. Hasil panen Top Green dapat digunakan untuk:

  • Konsumsi keluarga.
  • Penjualan jagung manis segar.
  • Usaha jagung rebus.
  • Usaha jagung bakar.
  • Penjualan ke pedagang sayur dan pasar tradisional.
  • Pasokan bahan baku usaha kuliner.
  • Budidaya jagung manis untuk kebutuhan komersial.

Dengan perencanaan budidaya dan pemasaran yang baik, usaha jagung manis dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pertanian yang menarik.

Panduan Cara Menanam Benih Jagung Manis Top Green

Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik, proses budidaya perlu dilakukan secara terencana mulai dari persiapan lahan hingga panen.

1. Persiapan Lahan

Pilih lahan yang mendapatkan sinar matahari cukup dan memiliki sistem drainase yang baik. Jagung manis membutuhkan kondisi tanah yang mendukung perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman.

Lahan dapat diolah dengan cara dibajak atau dicangkul hingga tanah menjadi gembur. Bersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan jagung.

Jika diperlukan, lakukan penyesuaian kondisi tanah berdasarkan hasil pengamatan atau analisis tanah.

2. Persiapan Benih

Gunakan benih jagung manis Top Green yang masih dalam kondisi baik dan kemasannya terjaga.

Benih hibrida F1 sebaiknya digunakan untuk satu kali musim tanam. Untuk penanaman berikutnya, disarankan menggunakan benih baru agar karakter varietas dan kualitas benih lebih terjaga.

Periksa informasi pada kemasan sebelum penanaman, termasuk petunjuk penggunaan, perlakuan benih, dan ketentuan penyimpanan.

3. Penanaman Benih

Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam pada lahan yang telah disiapkan.

Jarak tanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, sistem budidaya, dan rekomendasi teknis setempat. Sebagai acuan awal, jarak tanam jagung manis dapat menggunakan sekitar 70–75 cm antarbaris dan 20–25 cm antartanaman.

Masukkan benih ke dalam lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2–3 cm, kemudian tutup menggunakan tanah gembur.

Jarak tanam dan jumlah benih per lubang perlu disesuaikan dengan kondisi lahan agar populasi tanaman tidak terlalu rapat.

4. Penyiraman

Jagung manis membutuhkan ketersediaan air yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan, pembentukan bunga, dan pengisian tongkol.

Lakukan penyiraman sesuai kondisi kelembapan tanah. Hindari kondisi lahan yang terlalu kering maupun tergenang dalam waktu lama.

Ketersediaan air yang cukup akan membantu tanaman tumbuh dengan baik dan mendukung pembentukan tongkol.

5. Pemupukan Jagung Manis

Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jagung manis. Tanaman membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, pembentukan bunga, dan pengisian biji.

Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai kebutuhan lahan.

Beberapa jenis pupuk yang umum digunakan dalam budidaya jagung antara lain:

  • Pupuk organik untuk membantu memperbaiki kondisi tanah.
  • Pupuk NPK sebagai sumber unsur hara makro.
  • Pupuk nitrogen untuk mendukung pertumbuhan vegetatif.
  • Pupuk kalium untuk mendukung proses pembentukan dan pengisian hasil.
  • Pupuk tambahan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Dosis, jenis, serta waktu pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan hasil analisis tanah, kondisi tanaman, dan rekomendasi penyuluh pertanian setempat.

6. Penyiangan dan Pengendalian Gulma

Gulma dapat bersaing dengan tanaman jagung dalam memperoleh air, unsur hara, dan sinar matahari.

Lakukan penyiangan secara berkala, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual, mekanis, atau menggunakan metode lain sesuai kondisi lahan.

Pengendalian gulma yang tepat membantu tanaman jagung tumbuh lebih optimal.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam budidaya jagung manis, beberapa organisme pengganggu tanaman dapat muncul, seperti ulat grayak, penggerek batang, dan penyakit yang disebabkan oleh jamur atau patogen lainnya.

Lakukan pengamatan tanaman secara rutin untuk mengetahui gejala serangan sejak awal.

Pengendalian dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), antara lain:

  • Melakukan pengamatan rutin.
  • Menjaga kebersihan lahan.
  • Mengatur pola dan waktu tanam.
  • Memanfaatkan pengendalian mekanis atau biologis bila sesuai.
  • Menggunakan pestisida yang terdaftar apabila diperlukan, sesuai label dan aturan penggunaan.

Pengendalian yang tepat dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman dan mengurangi risiko kerusakan hasil panen.

8. Pemanenan Jagung Manis

Jagung manis Top Green memiliki umur panen sekitar 66 HST sebagai acuan karakteristik varietas.

Waktu panen sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kematangan tongkol dan tujuan pemasaran. Jagung manis untuk konsumsi segar umumnya dipanen ketika biji telah berkembang dengan baik dan mencapai tingkat kematangan yang sesuai.

Hindari pemanenan terlalu awal karena biji belum berkembang optimal. Sebaliknya, pemanenan terlalu lambat dapat menyebabkan perubahan tekstur dan rasa.

Lakukan pemanenan dengan hati-hati agar tongkol tidak mengalami kerusakan fisik.

Tips Agar Hasil Panen Jagung Manis Lebih Optimal

Keberhasilan budidaya jagung manis tidak hanya ditentukan oleh varietas benih. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah:

Gunakan benih berkualitas. Pilih benih dengan kemasan baik, informasi varietas jelas, dan kondisi penyimpanan yang sesuai.

Perhatikan jarak tanam. Populasi tanaman yang sesuai dapat membantu mengurangi persaingan antartanaman.

Lakukan pemupukan berimbang. Sesuaikan pemupukan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Jaga ketersediaan air. Tanaman membutuhkan air yang cukup terutama saat pembentukan bunga dan pengisian tongkol.

Lakukan pengamatan hama dan penyakit. Pengendalian sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman.

Panen pada waktu yang tepat. Pemanenan sesuai tingkat kematangan membantu menjaga kualitas jagung manis.

Mengapa Membeli Benih Jagung Manis Top Green di PUROTANI?

PUROTANI merupakan toko pertanian yang menyediakan berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari benih tanaman, pupuk, pestisida, hingga perlengkapan budidaya.

Dengan memilih benih Jagung Manis Top Green di PUROTANI, Anda dapat memenuhi kebutuhan benih untuk kegiatan pertanian maupun usaha jagung manis.

Keunggulan berbelanja di PUROTANI:

  • Pilihan produk pertanian untuk berbagai kebutuhan budidaya.
  • Informasi produk yang membantu pembeli menentukan pilihan.
  • Pelayanan toko pertanian yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
  • Produk dapat dipesan melalui website PUROTANI.ID.
  • Tersedia pilihan produk pertanian lainnya untuk mendukung kegiatan budidaya.

PUROTANI berkomitmen membantu petani mendapatkan kebutuhan pertanian dengan lebih mudah melalui layanan toko pertanian dan penjualan online.

FAQ – Pertanyaan Seputar Benih Jagung Manis Top Green

Benih Jagung Manis Top Green cocok ditanam di dataran apa?

Jagung Manis Top Green memiliki karakter adaptasi dataran rendah. Kondisi lahan, iklim, dan teknik budidaya tetap berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Berapa umur panen jagung manis Top Green?

Umur panen varietas Top Green sekitar 66 hari setelah tanam atau HST. Waktu panen dapat berubah sesuai kondisi lingkungan dan pemeliharaan tanaman.

Apakah Jagung Manis Top Green memiliki rasa manis?

Ya. Jagung Manis Top Green dikenal memiliki karakter biji manis dengan kadar kemanisan sekitar 13,6° Brix.

Berapa isi kemasan benih Jagung Manis Top Green?

Produk yang tersedia pada halaman ini adalah benih Jagung Manis Top Green BISI kemasan isi 1.800 biji.

Jagung manis Top Green dapat digunakan untuk apa?

Hasil panennya dapat digunakan untuk konsumsi segar, jagung rebus, jagung bakar, usaha kuliner, maupun penjualan jagung manis di pasar.

Apakah benih hibrida F1 dapat ditanam kembali dari hasil panen?

Benih hibrida F1 sebaiknya digunakan untuk satu kali musim tanam. Penggunaan benih baru pada musim berikutnya lebih disarankan untuk menjaga karakter varietas dan kualitas benih.

Kesimpulan

Benih Jagung Manis F1 Top Green SL 307 BISI Cap Kapal Terbang merupakan pilihan benih jagung manis untuk petani yang menginginkan varietas dengan karakter rasa manis, biji kuning keemasan, tongkol relatif besar dan seragam, serta umur panen yang relatif genjah.

Dengan karakter adaptasi dataran rendah dan umur panen sekitar 66 HST, benih ini dapat menjadi pilihan untuk budidaya jagung manis konsumsi segar maupun pengembangan usaha pertanian.

Dapatkan Benih Jagung Manis Top Green BISI isi 1.800 biji melalui PUROTANI.ID. Lengkapi kebutuhan budidaya Anda dengan berbagai pilihan benih, pupuk, dan perlengkapan pertanian lainnya dari PUROTANI.

PUROTANI – Toko Pertanian Terpercaya di Indonesia.

Keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Formulir Pemesanan