Virtako 300 SC Syngenta Insektisida Pengendali Hama Bawang Merah Cabai Padi Jagung

Rp25.000

Link Beli Via Marketplace
SKU: VRTKO Kategori: Tag: , Brand:

Informasi Tambahan

Berat N/A
Ukuran

100ML, 10ML, 50ML

Deskripsi

Virtako 300 SC Insektisida – Pengendali Hama Tanaman Bawang Merah, Cabai, Padi dan Jagung

Virtako 300 SC merupakan insektisida dari Syngenta yang diformulasikan untuk membantu mengendalikan berbagai hama penting pada tanaman bawang merah, cabai, padi sawah, dan jagung. Produk ini memiliki formulasi pekatan suspensi (SC) dan bekerja sebagai insektisida racun kontak dan sistemik. Berdasarkan informasi resmi Syngenta Indonesia, Virtako 300 SC mengandung Chlorantraniliprole 100 g/l dan Thiametoxam 200 g/l serta terdaftar dengan nomor RI. 01010120073006.

Virtako 300 SC tersedia dalam beberapa pilihan kemasan, yaitu 10 ml, 50 ml, dan 100 ml, sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan budidaya dan luas areal tanaman.

Virtako 300 SC menggabungkan dua bahan aktif dengan karakter kerja berbeda dalam satu formulasi. Kombinasi tersebut digunakan untuk memberikan pengendalian terhadap hama sasaran pada tanaman yang tercantum pada label produk.

Menurut informasi resmi Syngenta, Virtako 300 SC memiliki manfaat antara lain membantu mengendalikan ulat penggerek batang (sundep), meningkatkan jumlah anakan produktif, serta mendukung tanaman sehat dan peningkatan produksi.

Formulasi Virtako 300 SC berupa pekatan suspensi berwarna putih kecoklatan. Produk ini ditujukan untuk aplikasi pada tanaman yang telah tercantum pada rekomendasi penggunaan resmi, sehingga penggunaan sebaiknya selalu mengikuti label kemasan dan dosis yang sesuai dengan tanaman serta hama sasaran.


Kandungan Bahan Aktif Virtako 300 SC

Virtako 300 SC memiliki dua bahan aktif utama:

  • Chlorantraniliprole 100 g/l
  • Thiametoxam 200 g/l

Kombinasi kedua bahan aktif tersebut menjadi karakter utama formulasi Virtako 300 SC.

Secara produk, Virtako 300 SC dikategorikan sebagai insektisida racun kontak dan sistemik. Artinya, produk digunakan untuk mengendalikan hama melalui mekanisme kontak sekaligus memiliki sifat sistemik sebagaimana tercantum pada informasi resmi produk. Syngenta


Tanaman dan Hama Sasaran

Virtako 300 SC memiliki rekomendasi penggunaan pada beberapa tanaman pertanian penting.

1. Bawang Merah

Pada tanaman bawang merah, Virtako 300 SC digunakan untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera exigua).

Dosis yang tercantum pada halaman resmi Syngenta adalah 0,4 ml/liter dengan penyemprotan volume tinggi 400–800 liter/ha atau sesuai hasil kalibrasi. Aplikasi dilakukan apabila populasi atau intensitas serangan telah mencapai ambang pengendalian sesuai rekomendasi setempat, dengan jumlah aplikasi dalam satu musim sebanyak 2–3 kali.

2. Cabai

Pada tanaman cabai, Virtako 300 SC direkomendasikan untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera exigua).

Dosis yang tercantum adalah 0,15 ml/liter. Penyemprotan dilakukan menggunakan volume tinggi 400–800 liter/ha atau sesuai kalibrasi, dengan waktu aplikasi berdasarkan ambang pengendalian dan rekomendasi setempat. Dalam satu musim, Syngenta mencantumkan aplikasi sebanyak 2–3 kali.

3. Jagung

Untuk tanaman jagung, target yang tercantum adalah ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda).

Dosis yang tercantum pada informasi resmi adalah 0,6 liter/ha, dengan penyemprotan volume tinggi 400–800 liter/ha atau sesuai kalibrasi. Aplikasi dilakukan ketika telah mencapai ambang pengendalian sesuai rekomendasi setempat dan dapat dilakukan 2–3 kali dalam satu musim sesuai ketentuan produk.

4. Padi Sawah

Pada tanaman padi sawah, Virtako 300 SC memiliki beberapa hama sasaran, yaitu:

  • Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas)
  • Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis)
  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens)

Dosis yang tercantum masing-masing adalah 150 ml/ha untuk penggerek batang padi kuning, 112,5 ml/ha untuk hama putih palsu, dan 200 ml/ha untuk wereng coklat. Volume penyemprotan yang dicantumkan adalah 400–800 liter/ha atau sesuai kalibrasi.

Untuk padi sawah di persemaian, Virtako 300 SC juga tercantum untuk pengendalian penggerek batang padi kuning dengan dosis 100–150 ml/ha.


Tabel Dosis Virtako 300 SC

Tanaman Hama Sasaran Dosis Resmi
Bawang merah Ulat grayak (Spodoptera exigua) 0,4 ml/l
Cabai Ulat grayak (Spodoptera exigua) 0,15 ml/l
Jagung Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) 0,6 l/ha
Padi sawah Penggerek batang padi kuning 150 ml/ha
Padi sawah Hama putih palsu 112,5 ml/ha
Padi sawah Wereng coklat 200 ml/ha
Padi sawah persemaian Penggerek batang padi kuning 100–150 ml/ha

Dosis di atas mengikuti informasi aplikasi yang dipublikasikan Syngenta Indonesia dan tetap perlu disesuaikan dengan label produk, kalibrasi alat semprot, kondisi tanaman, serta rekomendasi setempat.


Cara Penggunaan Virtako 300 SC

Sebelum menggunakan Virtako 300 SC, baca label pada kemasan secara menyeluruh. Pastikan tanaman dan hama yang akan dikendalikan sesuai dengan penggunaan yang terdaftar.

Untuk aplikasi semprot, Syngenta mencantumkan penggunaan volume tinggi 400–800 liter/ha atau sesuai kalibrasi untuk beberapa tanaman. Penyemprotan dilakukan ketika populasi atau intensitas serangan telah mencapai ambang pengendalian, mengikuti rekomendasi setempat. penggunaan dosis secara sembarangan dan jangan meningkatkan dosis hanya dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih cepat.


Pilihan Kemasan Virtako 300 SC

Untuk memenuhi kebutuhan petani dengan berbagai skala budidaya, Virtako 300 SC tersedia dalam:

Virtako 300 SC 10 ml
Kemasan kecil yang praktis untuk kebutuhan aplikasi dengan area terbatas atau sesuai kebutuhan perhitungan dosis.

Virtako 300 SC 50 ml
Pilihan kemasan menengah yang dapat digunakan untuk kebutuhan budidaya dengan luasan lebih besar sesuai dosis dan volume semprot.

Virtako 300 SC 100 ml
Kemasan lebih besar untuk kebutuhan aplikasi yang lebih banyak, tetap dengan perhitungan berdasarkan dosis resmi dan luas lahan.

Ketiga ukuran tersebut merupakan ukuran isi bersih yang tercantum pada halaman produk resmi Syngenta Indonesia.


Mengapa Memilih Virtako 300 SC?

Virtako 300 SC dirancang sebagai insektisida dengan kombinasi Chlorantraniliprole dan Thiametoxam. Produk ini memiliki karakter kontak dan sistemik, serta digunakan untuk beberapa komoditas utama seperti bawang merah, cabai, jagung dan padi.

Dalam budidaya padi, pengendalian hama seperti penggerek batang, hama putih palsu dan wereng coklat merupakan bagian penting dari pengelolaan tanaman. Pada bawang merah dan cabai, pengendalian ulat juga menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman. Karena itu, penggunaan insektisida perlu dilakukan berdasarkan identifikasi hama dan ambang pengendalian, bukan semata-mata berdasarkan jadwal penyemprotan.

Penggunaan produk perlindungan tanaman secara tepat juga membantu mengurangi risiko aplikasi yang tidak diperlukan serta mendukung pengelolaan hama yang lebih terarah.


Petunjuk Keamanan

Virtako 300 SC merupakan produk perlindungan tanaman sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Saat membuka kemasan, memindahkan atau mencampurkan produk, jangan makan, minum atau merokok. Gunakan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan karet, pelindung wajah, pakaian berlengan panjang, celana panjang, sepatu boot karet dan penutup sebagaimana petunjuk keamanan resmi produk.

Hindari penyemprotan melawan arah angin. Setelah bekerja dengan produk, cuci tangan dan bagian kulit yang terkena menggunakan air dan sabun. Peralatan serta pakaian pelindung yang digunakan juga perlu dibersihkan.

Simpan Virtako 300 SC di dalam wadah aslinya, tertutup rapat, di tempat sejuk dan terkunci, jauh dari jangkauan anak-anak, bahan makanan dan api. Syngenta juga mencantumkan agar area tanaman yang baru disemprot tidak dimasuki selama 24 jam, kecuali menggunakan pakaian pelindung.


Perhatian Terhadap Lingkungan

Informasi keselamatan resmi Syngenta menyatakan bahwa Virtako 300 SC beracun terhadap lebah dan organisme perairan. Karena itu, penggunaan harus memperhatikan keberadaan serangga penyerbuk dan sumber air di sekitar area aplikasi.

Produk tidak boleh mencemari air irigasi maupun sumber air yang digunakan masyarakat. Syngenta juga memberikan ketentuan khusus mengenai aplikasi pada periode pembungaan dan keberadaan organisme tertentu di lahan.

Kemasan bekas juga harus ditangani sesuai petunjuk label. Informasi resmi Syngenta mencantumkan pencucian kemasan minimal 3 kali, kemudian kemasan dirusak dan ditangani sesuai petunjuk pembuangan yang berlaku.


Spesifikasi Produk Virtako 300 SC

Nama Produk: Virtako 300 SC
Kategori: Insektisida
Merek: Syngenta
Formulasi: Pekatan suspensi / SC
Bahan aktif: Chlorantraniliprole 100 g/l + Thiametoxam 200 g/l
Sifat kerja: Racun kontak dan sistemik
Nomor Registrasi: RI. 01010120073006
Kemasan: 10 ml, 50 ml dan 100 ml
Tanaman terdaftar: Bawang merah, cabai, padi dan jagung.


Kesimpulan

Virtako 300 SC adalah insektisida Syngenta dengan kombinasi Chlorantraniliprole 100 g/l dan Thiametoxam 200 g/l yang digunakan untuk membantu mengendalikan hama pada bawang merah, cabai, jagung dan padi sawah. Produk ini memiliki formulasi pekatan suspensi dan karakter kerja kontak serta sistemik, dengan sasaran hama yang berbeda sesuai komoditas.

Dengan pilihan kemasan 10 ml, 50 ml dan 100 ml, Virtako 300 SC dapat dipilih berdasarkan kebutuhan aplikasi. Untuk mendapatkan hasil penggunaan yang tepat, selalu gunakan sesuai tanaman, hama sasaran, dosis, waktu aplikasi dan petunjuk keamanan pada label resmi.

Keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Formulir Pemesanan